Enaknya Manfaat Redenominasi Rupiah di Indonesia

Mungkin sudah banyak yang dengar tentang rencana Redenominasi Rupiah di Indonesia oleh Bank Indonesia (BI).  Menurut Darmin Nasution (mantan Gubernur BI yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ke-16), Redominasi Rupiah dapat diartikan sebagai penyederhanaan dalam penyebutan nilai mata uang. Bisa dikatakan mungkin angka nol di mata uang akan berkurang namun nilainya tetap sama. Misal, 1.000 rupiah menjadi 1 rupiah sedangkan 1.000.000 rupiah menjadi 1.000 rupiah namun nilainya tetap.

Menurut Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior BI), Proses ini bukanlah langkah sederhana oleh karena itu harus dilakukan dengan persiapan yang matang dan jangan terburu-buru supaya tidak menyebabkan gejolak ekonomi yang malah berdampak negatif. Waktu yang paling tepat melakukan Redenominasi Rupiah adalah saat inflasi sedang rendah, nerasa impor dan ekspor bagus, APBN mengalami defisit dan indikator lainnya yang menunjukkan ekonomi negara sedang stabil. (jpnn.com)

Alasan Kenapa Redenominasi Rupiah dilakukan

Inefisiensi Transaksi

Saat ini diperlukan banyak waktu dan biaya dalam proses transaksi, hal ini dikarenakan nilai transaksi yang semakin lama semakin membesar. Lihat saja orang yang mengambil uang sepuluh juta, dia akan mendapatkan tumpukan uang yang tentu tidak nyaman dibawa.

Digit Rupiah yang Panjang

Mata uang rupiah dengan digit yang banyak memiliki resiko kesalahan yang besar dalam proses pembukuan. Contoh lain ada di argometer taksi, sebut saja ongkos seratus lima puluh ribu rupiah ditulis 150.000, mungkin lebih nyaman jika hanya ditulis 150. Biasanya alat penghitung ada batasan-batasan tertentu contoh mesin hitung di kasir. Bukankah lebih mudah jika jumlah nolnya lebih sedikit. Mungkin ini hal kecil namun perlu diperhatikan.

Kenaikkan Derajat Rupiah

Sebuah fakta uang 100.000 rupiah adalah mata uang terbesar kedua di ASEAN dibawah mata uang 500.000 di Vietnam. Mata uang terbesar di dunia dapat ditemukan di Zimbabwe.

Jika Bank Indonesia mampu menyakinkan masyarakat dan mampu melakukan Redenominasi Rupiah, maka pandangan mata dunia akan lebih baik dan bukan tidak mungkin mata uang kita Rupiah akan naik nilai tukarnya.

Jadi bisa disimpulkan lebih banyak Keuntungan Redenominasi Rupiah dan kita sebagai warga Indonesia yang baik harus mendukung rencana baik dari Bank Indonesia ini.

Keuntungan Redenominasi Rupiah
gambar diatas hanya ilustrasi bukan gambar uang baru

Rencana BI tentang Tahapan Redenominasi Rupiah

BI sendiri sudah merencanakan tahapan Redenominasi Rupiah pada tahun 2010 yang lalu dan terbukti rencana tersebut sampai sekarang belum dilakukan.

Sosialisasi (rencana 2011-2012)

Dalam masa ini dipersiapkan hal-hal administatif seperti akutansi, sistem informasi dan pencatatan, sekaligus mengenalkan ke masyarakat tentang apa itu Redenominasi Rupiah. Bank Indonesia yakin dua tahun sudah cukup untuk sosialisasi.

Transisi (rencana 2013-2015)

Dalam masa ini Bank Indonesia sudah mengeluarkan uang baru. Harga barang akan ada 2 versi. Misal barang seharga sepuluh ribu rupiah ditulis Rp.10.000 (uang lama) dan Rp.10 (uang baru). BI akan menganti uang lama yang rusak dengan uang baru. Saat ini produsen barang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mencantumkan 2 versi harga.

Penarikan Uang Lama (rencana 2016-2018)

Uang yang dikeluarkan Bank di Indonesia semuanya uang baru, baik itu menarik uang ataupun tukar uang. Dilakukan juga penarikan uang lama sampai benar-benar habis di masyarakat

Dihapusnya kata "baru" di uang baru (rencana 2019-2022)

Setelah uang lama habis, maka semua orang akan menggunakan uang baru, perekonomia kembali normal layaknya orang sekarang yang menggunakan uang lama. Untuk ukuran uang yang lebih kecil dari Rupiah diberlakukan satuan sen lagi.

Kapan Redenominasi Rupiah dilakukan?

BI sudah mengajukan RUU ini masih dalam pembahasan di DPR sayang belum ada tanda-tanda akan disahkan dalam waktu dekat. Ditambah lagi kondisi ekonomi global sekarang yang kurang baik sehingga saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan pemotongan nilai nol ini.

Nilai tukar Rupiah yang makin merosot menunjukkan kurang stabilnya perekonomian di Indonesia, padahal Redenominasi harus dilakukan dalam kondisi ekonomi yang bagus.

Menurut bi.go.id pada tiga bulan terakhir (Juni, Juli, Agustus) tingkat inflasi di Indonesia tidak pernah berubah dari 7%,  Ya inflasi Indonesia boleh dibilang tinggi. Padahal untuk melakukan rencana BI di atas, inflasi harus rendah (dibawah 4%)
 
Sehingga bisa disimpulkan rencana BI tentang Redenominasi Rupiah tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebelum melakukan rencana ini, pemerintah dan pihak terkait harus menstabilkan terlebih dahulu perekonomian kita.

Perbedaan Redenominasi dan Sanering

Beberapa orang mungkin salah mengartikan Redenominasi dengan Sanering, keduanya memang kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi nol dalam nilai mata uang tapi ada beberapa perbedaan, mereka adalah:

Daya Beli Masyarakat

R = Dampak Redenominasi Rupiah adalah tidak ada perubahan terhadap daya beli masyarakat.. Walaupun nolnya berkurang nilai uang terhadap barang masih tetap. Misal ada redenominasi dengan mengurangi 1 nol. Uang yang awalnya Rp.10.000 akan menjadi Rp.1.000 namun nilainya masih sama.
S = Daya beli menurun. Saat terjadi Sanering, nilai uang akan berkurang dan harga barang tetap. Misal ada Sanering dengan pengurangan 1 nol. Maka uang yang awalnya Rp.10.000 menjadi Rp.1.000, dalam hal ini nilai uang menurun 10x lipat.

Tujuan

R = Tujuan Redenominasi Rupiah menyederhanakan angka dalam mata uang agar lebih efisien
S = Mengurangi jumlah uang yang beredar akibat angka inflasi yang tinggi

Waktu

R = Dilakukan saat perekonomian sedang stabil, Rencana Redenominasi Rupiah dipersiapkan jauh-jauh hari.
S = Dikarenakan perekonomian sedang hancur. Biasanya dilakukan dengan cepat sebagai tindakan untuk menyelamatkan perekonomian saat tingginya angka inflasi.(dilakukan tanpa persiapan)

Itulah penjelasan singkat tentang Pengertian Redenominasi Rupiah dan Dampaknya bagi Perekonomian. Bisa disimpulkan bahwa Redenominasi bukan hal yang perlu ditakuti tapi malah harus didukung karena dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Semoga artikel dari kami.
Enaknya Manfaat Redenominasi Rupiah di Indonesia
4/ 5
Oleh