Panduan dan Tempat Penukaran Uang Rusak

Dalam masyarakat dewasa ini lebih banyak digunakan jenis uang kertas, keuntungannya lebih mudah dibawa karena lebih ringan dan mudah ditata dalam dompet. Tapi sisi buruknya uang kertas lebih mudah rusak dibandingkan dengan bahan logam. Uang sering kali berpindah kepemilikan, kadang dilipat-lipat, dicoreti tulisan iseng oleh ABG galau, sobek ataupun basah terkena air, hasilnya uang rusak dan tidak diterima sebagai alat pembayaran.

Kita kadang cuek dan membuang uang begitu saja karena uang yang rusak biasanya hanya uang dengan nilai kecil sebut saja Rp.1000 ataupun Rp.2000. Tapi bagaimana jika yang sobek uang Rp.50.000 ataupun Rp.100.000, sebagian besar orang langsung ambil isolasi dan menyambungkannya kembali :) Sebenarnya tak perlu segitunya, karena kita bisa tukar uang rusak dengan uang baru yang masih dalam keadaan baik.

Tempat Penukaran Uang Rusak

Masyarakat Indonesia dapat menukarkan uang sobek dengan Rupiah baru yang layak edar di kantor Bank Indonesia (BI) setempat ataupun saat ada kas keliling dari BI.  Tempat penukaran uang sobek lainnya adalah bank ataupun kantor yang disetujui oleh BI. Bank akan menukar uang rusak dengan nominal yang sama.

Alamat tempat penukaran uang rusak (sumber bi.go.id)
1. Kantor Pusat Bank Indonesia
Cq. Departemen Pengelolaan Uang
Lobby Gedung C, Komplek Perkantoran BI
Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350
Telp. 2981 8722, 2981 7297 (hari dan jam kerja).
Waktu layanan: Hari Senin s.d. Jumat mulai pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.

2. Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia yang terdekat.
Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.

3. Kas Keliling Bank Indonesia
Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya Kas Keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Departemen Pengelolaan Uang di nomor telepon 021-2981 8722, 2981 7297 atau Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.
Tempat Penukaran Uang Rusak

Uang Tidak Layak Edar yang Diterima BI

1. Uang Lusuh
Uang yang selalu berputar dalam sistem pasar tentu saja akan mengalami lusuh karena terkena keringat ataupun dilipat-lipat. Asalkan masih bisa dilihat keasliannya, uang lusuh ini masih bisa ditukar, namun jika sulit dikenali maka penukar bisa meminta penelitian uang rusak.

2. Uang Lama
Jika anda pemilik uang lama yang sudah tidak beredar maka anda diberi tenggang waktu 10 tahun untuk menukarkan uang tersebut dengan uang baru yang layak edar. Mungkin sebagian orang lebih memilih untuk mengoleksinya lebih lama dengan tujuan agar bisa dijual dengan harga lebih

3. Uang Rusak
Apabila masih bisa dikenali keasliannya, bank akan segera menukar uang rusak dengan uang layak edar. Namun jika ciri-ciri keaslian sulit diketahui maka penukar diwajibkan mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak.

UANG RUSAK YANG DIBERI PENGGANTIAN

Penukaran Uang Rusak
Peraturan ini dibuat semata-mata agar tidak dapat digunakan untuk kecurangan dalam penukaran uang rusak.

UANG RUSAK YANG TIDAK DIBERI PENGGANTIAN

Menukar Uang Rusak
Alasan uang ini ditolak oleh BI dengan pertimbangan ditakutkan nanti diamnfaatkan untuk melakukan kecurangan dan uang dirusak dengan sengaja.
(sumber panduan BI)

Kisah Penjual Jasa Tukar Uang Rusak

Jika anda terlalu malas mungkin solusinya bisa tukar uang rusak anda pada orang yang menjual jasa tukar uang. Ada kisah menarik tentang pekerjaan ini dari Abdul Hadi (32), dia berkeliling pemukiman warga untuk menawarkan jasa penukaran uang rusak ataupun uang lama yang tidak berlaku. Dengan pengeras suara, dia teriak "tukar uang rusak ... tukar uang sobek"

Sistemnya simpel uang dihargai sesuai dengan besarnya kerusakan, misalnya saja uang Rp.100.000 jika cuma sobek sedikit dihargai Rp.90.000 namun jika rusak parah dihargai setengah harga saja. Tapi dia masih melihat apakah Uang rusak tersebut nanti bisa diberi penggantian oleh BI atau tidak.

Seperti yang sebelumnya ditulis di atas, sebenarnya uang rusak akan digantikan dengan nominal yang sama oleh BI. Jika dihitung-hitung tentu saja keuntungan Abdul Hadi sangatlah besar, modal sehari 500 ribu bisa dapat 300 ribu dan kadang juga jutaan.

Jasa menukar uang rusak ini sudah dilakukan selama 5 tahun. Selama ini dia sudah berkeliling Kalimantan, Flores, Bali dan Bima. Targetnya adalah pasar yang merupakan tempat berputarnya ekonomi. Pemilik uang rusak pun berterimakasih dengan bantuannya karena tidak perlu repot-repot ke Bank.

Bagi anda yang ingin tambahan uang tentu tak ada salahnya memcoba bisnis ini. Sebelum terjun, sebaiknya anda mengetahui seluk beluk penukaran uang rusak terlebih dahulu dan pahami ciri-ciri uang palsu agar tidak merugi.
(sumber Tribbunnews)

Dari artikel di atas kita simpulkan bahwa jika uang rusak masih nampak nomor seri dan tersisa lebih 2/3 bagian maka uang tersebut masih bisa ditukar di Bank  Indonesia dengan uang layar edar. yang nominalnya sama. Kalau anda terlalu sibuk, solusinya bisa menggunakan jasa tukar. Itulah artikel tentang Panduan dan Tempat Penukaran Uang Rusak. Semoga Bermanfaat.
Panduan dan Tempat Penukaran Uang Rusak
4/ 5
Oleh